Faktur merupakan dokumen penting dalam proses akuntansi dan perpajakan. Kesalahan atau kecurangan pada faktur dapat menimbulkan kerugian finansial, denda pajak, dan menurunkan kepercayaan antara perusahaan dengan pemasok. Dengan volume transaksi yang semakin tinggi, metode manual menjadi tidak efisien dan rawan human error.
Artificial Intelligence (AI) menawarkan solusi otomatis yang dapat meningkatkan akurasi, kecepatan, dan konsistensi dalam memeriksa keabsahan faktur.
AI memanfaatkan beberapa teknik berikut:
Kumpulkan contoh faktur yang beragam (format PDF, gambar, e invoice). Pastikan data berisi label valid atau invalid untuk melatih model ML.
Gunakan layanan OCR seperti Google Vision, Tesseract, atau Azure Form Recognizer. Contoh kode sederhana dengan Tesseract:
import pytesseract from PIL import Image img = Image.open('faktur.jpg') text = pytesseract.image_to_string(img, lang='eng') print(text) Setelah teks didapat, hilangkan karakter tak penting, ubah format tanggal, dan standarkan mata uang.
Gunakan regex atau model NLP seperti spaCy:
import spacy, re nlp = spacy.load('id_core_news_md') doc = nlp(text) # contoh mengekstrak nomor NPWP npwp = re.search(r'\d{15}', text) if npwp: print('NPWP:', npwp.group()) Contoh aturan:
Jika data cukup, buat model klasifikasi (misalnya Random Forest) yang menilai skor keabsahan berdasarkan fitur:
Setelah modul AI siap, integrasikan via API atau micro service. Contoh endpoint sederhana menggunakan Flask:
from flask import Flask, request, jsonify app = Flask(__name__) @app.route('/verify', methods=['POST']) def verify(): file = request.files['invoice'] # OCR, extract, validate result = {'status':'valid','reason':None} return jsonify(result) if __name__ == '__main__': app.run() Perusahaan Distribusi X mengimplementasikan AI verifikasi faktur pada Q1 2024. Hasilnya:
Berikut beberapa tautan yang dapat membantu Anda memulai: